mengaktifkan panic mode di toyota calya

mengaktifkan panic mode di toyota calya

Jakarta – Kembali ke tempat parkir dan menemukan mobil sudah menghilang, pasti jadi hal terburuk pemilik kendaraan. Namun bagaimana jika proses pencurian terjadi di depan mata?

Apakah masih bisa dicegah? Berbahagialah para pemilik MPV LCGC terbaru dari Toyota, fitur bernama Panic Mode mungkin dapat menyelamatkan.

Mengaktifkan Panic Mode Toyota Calya Hanya Gunakan Di Saat Darurat
Mengaktifkan Panic Mode Toyota Calya Hanya Gunakan Di Saat Darurat

Selain dilengkapi dengan fitur keamanan mandatory seperti alarm dan immobilizer, fitur ini dapat dilakukan untuk membuat si maling panik, sesuai namanya. Seperti dikutip dari buku panduan Astra Toyota Calya.

“Panic Mode digunakan untuk menghalangi pencurian kendaraan saat Anda melihat ada orang yang mencoba memecahkan kaca jendela atau merusak kendaraan anda”. Ketika diaktifkan, Panic Mode akan membunyikan sirine yang dikeluarkan dari modul alarm. Karena akan membuat kegaduhan yang fitur ini.

Berikut cara mengaktifkannya.

1. Pastikan alarm sudah dalam keadaan aktif, dengan cara mengunci mobil via remote. Tekan tombol LOCK atau tombol yang bergambar gembok tertutup sekali untuk menguncinya.

2. Tekan tombol LOCK pada remote kunci sebanyak 3 kali selama 3 detik. Hal ini paling mudah dilakukan dengan memberi interval 1 detik pada setiap menekannya, karena menekannya terlalu cepat atau terlalu lambat, mungkin tidak akan membuat Panic Mode aktif.

3. Panic Mode akan menyalakan alarm selama 30 detik dan lampu hazard

4. Untuk mematikannya secara manual, kembali tekan tombol LOCK

sumber : otomotifnet.com

Toyota Calya Bisa Susul Penjualan Toyota Avanza

Toyota Calya Bisa Susul Penjualan Toyota Avanza

Selama ini Toyota Avanza mendapat julukan “mobil sejuta umat” karena penjualannya yang mendominasi di Indonesia. Namun sejak kehadiran Toyota Calya pertengahan tahun ini ada kemungkinan sebutan itu berpindah tangan. Toyota Calya pun bisa susul penjualan Toyota Avanza.
Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto berpendapat bahwa Toyota Calya ada potensi menyusul sedikit penjualan Toyota Avanza. Tetapi pria yang akrab disapa Suryo ini tidak yakin akan bertahan lama.
“Toyota Calya tidak kanibal dengan produk Toyota Avanza. Mungkin bisa menyusul sedikit penjualannya tapi tidak akan berlanjut lama,” tukasnya.
Adapun saat ini penjualan Toyota Calya stabil di angka 8.000-9.000 unit per-bulannya. Sementara Toyota Avanza setiap bulannya menjual 9.000 hingga 10.000 unit.
sumber : http://autobild.co.id/
Permintaan Melonjak, Pengiriman Toyota Calya Hingga 2 Bulan

Permintaan Melonjak, Pengiriman Toyota Calya Hingga 2 Bulan

JAKARTA (DP) – Permintaan yang besar dan belum ada rencana penambahan kapasitas produksi Toyota Calya, membuat konsumen memang harus lebih bersabar menunggu unit hingga sampai ke garasi dari 1 sampai 2 bulan. 

“Sampai saat ini untuk indent Toyota Calya masih normal sekitar 1-2 bulan dan konsumen tidak ada masalah,” tegas Menurut Executive GM Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmy kepada Dapurpacu.com, Senin (21/11) lalu.

Sebelumnya, tambah Anton, pihak Toyota sudah menjelaskan hal tersebut kepada konsumen. “Syukurnya mereka mau bersabar dan tidak ada keluhan. 1-2 bulan menurut kami itu normal setelah mereka melakukan Surat Pemesanan Kendaraan.”

“Kita sudah menjelaskan dari awal bagi konsumen yang memang membeli Toyota Calya bahwa kondisinya barang tidak bisa ready stok,” kata Jimmy. [dp/Res]

sumber : dapurpacu.com

Perhatikan Ukuran Ban Ketika Mengganti Pelek Dari Toyota Calya

Perhatikan Ukuran Ban Ketika Mengganti Pelek Dari Toyota Calya

Salah satu menu utama dalam modifikasi mobil adalah mengganti velg bawaan pabrikan dengan velg aftermarket yang lebih sesuai selera. Tak sedikit para pecinta otomotif yang mencari informasi mengenai tips dan velg apa yang tepat untuk mobilnya, baik dari ukuran, brand, pengaruhnya terhadap kenyamanan dan sebagainya.
Saat sedang melakukan proses modifikasi, harus selalu diutamakan aspek keselamatan dan keamanan dalam berkendara. Penggantian velg ini diikuti dengan penggantian ban dengan ukuran diameter dan lebar yang menyesuaikan dengan ukuran velg. Pengukuran ini tidaklah sembarangan, ada aturan dan ukuran yang harus dipatuhi agar tidak mengganggu performa dan kualitas mobil.

Mengganti ukuran pelek memang bisa menjadi salah satu alternatif yang baik ketika Anda ingin merubah tampilan mobil menjadi semakin menarik. Nah, Toyota Calya juga menjadi salah satu bahan modifikasi yang kini mulai diincar oleh para pecinta modifikator. Namun ternyata dalam mengganti velg dari Toyota Calya ini, Anda perlu memperhatikan ukuran dari ban kendaraan tersebut.

Paling penting setelah mengganti velg dan ban adalah menyadari perbedaan kenyamanan dan lebih berhati-hati saat menggelinding.

Hal pertama yang harus anda perhatikan sebelum mengganti velg adalah diameter luar dari ban. Usahakan ukuran luar ban lebih besar daripada ukuran diameter velg. Sebelum mengganti velg, usahakan anda memperhatikan aspect ratio dari ukuran ban tersebut.

Bila mengganti velg dengan ukuran yang lebih besar maka diameter ban yang digunakan semakin tipis. Hal tersebut akan berpengaruh kepada performa dari mobil anda.

Banyak pengguna kendaraan yang bisa dengan mudah memahami soal ukuran ban ini, namun soal tinggi ban jarang dikenali. Padahal tinggi total roda standar dengan roda modifikasi adalah hal penting. Pengaruhnya ke rasio gigi efektif. Mobil akan kehilangan low-end pickup. Pengaruh lain kepada momen puntir, tenaga hilang, pengereman, bahkan spidometer dan odometer bisa salah membacanya. Jika ukuran ban tepat, juga akan mengurangi kontak ban dengan spakbor.

Untuk itu, penting  menggali informasi sebanyak mungkin soal ukuran ban yang pas dengan velg baru. Itu kalau kalau mobil Anda tak malah kelihatan salah gaul dengan velg baru yang lebih lebar.

Sumber : http://www.otomotifnet.com, https://autonetmagz.com